Teks drama anekdot
Tema : Pelayanan Publik
Tema : Pelayanan Publik
KELOMPOK DEWI
LESTARI
BAHASA
PEMINATAN
KELAS X.1 |
Angkatan 10
Zulfirah Tiar Arifin Bu Sukma (Petugas Terminal)
Aqilah Salsabila R. Bu Inem (Supir)
Ufarah Indah Sari Jelani (Teman Laila)
Kartika Nursyahbani Laila (Mahasiswi)
Perempuan Aneh
Pada suatu hari, di sebuah
terminal yang sangat ramai, ada seorang mahasiswi yang ingin pulang kampung, Ia
pun membawa banyak barang. Ia ingin pulang ke kampung halamannya tetapi ingin menggunakan mobil yang mewah. Tetapi uangnya
tidak mencukupi. Perempuan itu bernama Laila.
Laila : (sambil berjalan
dengan mengangkat semua barangnya) “Ini barang beratnya minta ampun..”
Laila pun
berjalan dan mencari tempat duduk untuk ditempatinya. Setelah beberapa menit
mencari tempat, akhirnya Laila menemukan tempat kemudian menyimpan barangnya
tepat di sampingnya. Tiba-tiba…..
Bu Sukma : (datang
menghampiri Lyla) “Maaf adik jurusannya kemana?”
Laila : (Mendongkakkan kepalanya sambil menatap Si Petugas
terminal) “Saya jurusan ke daerah Bone, Bu.”
Bu Sukma : “Oh, kalau jurusannya ke Bone mungkin mobil ke arah
sana akan berangkat 2 sampai 3 jam kedepan lagi.”
Laila : “Hm, jadi saya harus menunggu sampai beberapa
jam lagi gitu?” (dengan wajah heran)
Bu Sukma : “Sepertinya begitu.”
Laila : “OK. Kalau begitu saya menunggu di sini. Terima
kasih atas informasinya, Bu!”
Petugas
terminal pun tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Laila yang masih duduk
bergeming di tempatnya. Setelah beberapa menit, Petugas terminal tersebut pergi
kemudian datanglah teman Laila yang juga hendak pulang kampung.
Jelani : (berjalan mendekati Laila) "Hey, Laila!
Lagi nungguin siapa nih?”
Laila : “Seperti biasa.. nungguin mobil yang arahnya ke
Bone dong!”
Jelani : “Wah sama dong, saya juga mau pulang kampung
dan arah kita sama!”
Laila : “Emangnya kamu mau pulang kampung ke mana?”
Jelani : “Pulang ke Parepare.”
Laila : “Kalau itu mah kita satu jurusan, tapi kamu kan
yang bakalan sampai duluan?”
Jelani : “Iya sih.. Eh tapi kita satu mobil aja yuk!”
Laila : “OK. Sip!” (sambil menaikkan jempolnya tanda
setuju)
Jelani : “Hm. Laila, aku kesana dulu yah! aku Haus nih.”
(menunjuk sebuah mini-market)
Laila : “Iya, Silahkan. Aku tunggu kamu disini aja yah!”
(sambil menduduki sebuah kursi di dekat dari tempatnya berdiri tadi)
Waktu pun terus
berjalan. Laila dan Jelani telah lama menunggu di stasiun dan akhirnya tibalah
saatnya mobil yang arah tujuannya ke Bone akan segera berangkat. Lalu datanglah
kembali Si Petugas terminal tersebut.
Bu Sukma : “Permisi, adik tadi yang arah jurusannya ke arah
Bone, kan?”
Laila dan Jelani : (serempak menjawab pertanyaan Si Ibu) “Iya,
Bu.”
Bu Sukma : “Nah, kalau begitu adik-adik harus siap-siap
karena mobil jurusan ke Bone akan segera
berangkat.”
Jelani : “Hm, kalau gitu terima kasih atas informasinya
lagi, Bu.” (sambil tersenyum)
Bu Sukma : “Iya, sama-sama. Itu sudah kewajiban dan tugas
saya di sini.” (sembari beranjak pergi meninggalkan Laila dan Jelani)
Laila dan Jelani pun bergegas
pergi menghampiri tempat keluar mobil. Tetapi, pada saat Laila melihat mobil
yang baru tiba tersebut, ternyata mobil tersebut tidak sesuai
dengan apa yang Dia harapkan. Laila pun menjadi tidak ingin naik ke mobil tersebut.
Jelani : (menengok ke Laila) “Laila, ayo naik ke mobil. Tuh mobilnya udah datang.” (menunjuk mobil yang baru saja
tiba)
Laila : “Hm, kita tunggu mobil selanjutnya aja yah!”
Jelani : “Memangnya kenapa?”
Laila : “Kamu nggak lihat mobilnya kayak gitu? Jadi
malas aku naik mobil kayak dfghbjkhgjbvnjm,nbvhjjgitu”
Jelani : “Yaudah deh, kalau gitu aku pergi duluan yah! Aku
malas nunggu lagi nih. Kamu tunggu yang lain aja yah”
Laila : (dengan nada
yang lesu) “Yaudah deh kalau gitu kamu duluan aja sana.
Nanti aku di mobil selanjutnya.”
Jelani : “OK, kalau gitu aku duluan yah. Bye..”
(sambil meninggalkan Lyla)
Jelani
pun pergi dan berlalu meninggalkan Laila
yang masih bergeming di tempatnya. Tak lama setelah Jelani pergi datanglah
kembali Si Petugas terminal itu di tempat Laila duduk.
Bu Sukma : (datang menghampiri Laila) ”Maaf, kenapa
adik belum juga berangkat? Padahal teman adik sudah duluan pergi.”
Laila : (beranjak
dari kursinya) ”Suka-suka saya dong! saya masih disini karena saya masih
menunggu mobil yang saya mau.” (dengan nada ketus)
Bu Sukma : (dengan muka yang agak ketus) ”Oh,
seperti itu. Kalau begitu adik tunggu saja di sini! Pasti masih ada mobil yang lewat
nanti.”
Laila : “OK. Hm Bu biasanya mobil yang arah ke Bone
akan lewat sampai jam berapa?”
Bu Sukma : “Biasanya mobil terakhir yang arah ke Bone
paling lambat tibanya jam 12 malam gitu deh.”
Laila : “Oh.”
Bu Sukma : “Kalau begitu saya ke sana dulu ya, Bu!”
Laila : “Iya”
Petugas
terminal tersebut pun pergi meninggalkan Laila sendirian. Waktu pun terus
barjalan hingga tepat jam 00.00 malam. Tidak ada satu pun mobil yang lewat yang
disukai oleh Laila. Karena melihat Laila masih termenung di tempat, Petugas tersebut
pun kembali menghampiri Laila.
Bu Sukma : (datang menghampiri Laila) “Loh, adik
kenapa belum juga pergi?”
Laila : “Karena semua mobil yang lewat tidak ada yang
cocok buat saya.”
Bu Sukma : (melihat sekitarnya untuk mencarikan mobil
yang cocok untuk Laila) “Hm, oh itu
ada mobil yang ke arah Bone.” (menunjuk sebuah mobil) “Kamu hentikan saja
mobil itu.”
Laila : “Oh, iya. Kalau begitu saya ke situ dulu ya,
Bu.” (beranjak dari kursi)
Bu Sukma : “Baiklah dan saya pergi ke sana dulu.” (tersenyum
dan meninggalkan tempatnya tadi
Laila pun
menghampiri mobil tersebut.
Bu Inem : (turun dari mobil) “Adik mau ke Bone?”
Laila : “Iya.”
Bu Inem : “Oh, bagus kalau begitu karena mobil saya
jurusannya ke Bone. Jadi, kamu boleh ikut.”
Laila : “Berapaan tuh, Bu?”
Bu Inem : “Hhmm.. sekarang kan sudah malam jadi harganya pasti
beda. Jadi, sekarang harganya Rp.200.000.-, Bagaimana? Mau tidak?”
Laila : “Tapi,
uang saya nggak cukup.” (dengan wajah yang meraut)
Bu Inem : “Kalau
begitu… Rp.199.000,-.?”
Laila : “Yailah..
uang aku gak cukup, Ibuuuuu” (wajah cemberut)
Bu Inem : “Kamu
punya uang berapa, sih?”
Laila : “Cuma
Rp.150.000,-.”
Bu Inem : “Hm, baiklah nggak masalah karena kamu adalah
penumpang terakhir. Jadi, tidak masalahlah…” (sambil menahan tawanya di
dalam hati)
Laila : “Jadi, berapa nih, Bu??????” (dengan wajah
yang penuh harapan)
Bu Inem : “Kasih Rp.150.000,-. saja deh.”
Laila : “Serius nih, Bu? Wah!! Terimakasih sebelum dan
sesudahnya kalau begitu, Bu!!” (bersorak gembira)
Bu Inem : “Iya, iya. Tapi… gak apa-apa juga kan kalau…” (menahan
tawanya di dalam hati)
Laila : (terdiam heran)
Sang Supir pun mulai mengangkat barang Laila dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Setelah diatur, Si Supir pun kembali masuk ke dalam mobil.
Bu Inem : “Ya sudah! Cepat naik! Ini sudah larut malam.” (menaiki
mobil)
Laila : “Hm,
saya duduk di mana yah?”
Bu Inem : (kembali
turun dari mobil) “Kamu duduknya di situ saja ya!” (menunjuk atap mobil)
Laila : “Loh,
kok duduk di atas, Bu?” (dengan wajah kaget)
Bu Inem : “Itu
karena barang kamu banyak sekali dan uang kamu pun tidak mencukupi. Jadi, kamu
harus terima duduk di atas sana saja dengan barang-barang kamu itu!”
Laila hanya
dapat terdiam dengan wajah yang murung
dan akhirnya Laila pun menjadi pasrah karena hari sudah malam.
ØAmanat : Syukurilah apa yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar